BALI – Badung, Sebuah peristiwa kebakaran terjadi pada hari Minggu, 10 Mei 2026, sejak pukul 14.30 hingga 17.05 Wita. Lokasi kejadian berada di Barong Antiques dan Furniture, Jalan Tangkuban Perahu Nomor 88.B, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Kebakaran ini melanda bangunan gudang dan tempat produksi barang antik serta furniture berbahan kayu bekas. Diduga kuat api bermula dari sisa pembakaran sampah yang berada di bagian belakang bangunan tempat kejadian perkara (TKP). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun dampak kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah dan masih dalam penghitungan.
Berdasarkan keterangan saksi mata, Suyanto (49 tahun) yang bekerja sebagai karyawan di tempat tersebut, pada saat kejadian ia sedang beristirahat di lantai dua area pengerjaan furniture. Sekitar pukul 14.30 waktu setempat, ia melihat kobaran api yang sudah tumbuh cukup besar di bagian belakang bangunan. Menyadari bahaya yang mengancam, Suyanto segera turun ke lantai bawah untuk menyelamatkan diri sekaligus memberitahu rekan kerjanya yang masih sedang bekerja di lokasi. Para pekerja kemudian bergegas keluar bangunan demi keselamatan diri.
Setelah berada di tempat aman, Suyanto langsung memutuskan aliran listrik di sekitar bangunan guna mencegah meluasnya api akibat hubungan arus pendek. Ia juga segera menghubungi Babinsa setempat dan berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran terdekat untuk meminta bantuan penanganan. Dua orang pemilik usaha yaitu Made Sujana (60 tahun) dan I Made Andika (63 tahun) menjadi pihak yang mengalami kerugian akibat kejadian ini.
Babinsa Sertu Reinnold B.A dari Koramil 1611-03/Kuta merespons kejadian dengan cepat dan sigap. Di lokasi, ia melakukan pengaturan arus lalu lintas agar operasional pemadaman berjalan lancar dan aman. Ia juga menghimbau masyarakat sekitar untuk ikut menjaga ketertiban serta memberikan informasi apa saja yang berkaitan dengan peristiwa ini kepada pihak berwenang. Saat ini, kepolisian sedang melakukan proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan kronologi dan penyebab utama kebakaran.
Sertu Reinnold B.A, mengatakan terkait peristiwa, merespons laporan dari warga dan tiba di lokasi untuk mengamankan lingkungan serta mengatur arus lalu lintas agar tim pemadam dapat bekerja lancar. “Syukurnya tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil cukup besar. Kami mengimbau seluruh masyarakat agar berhati-hati saat membakar sampah, pastikan api benar-benar padam dan jauh dari bangunan atau bahan mudah terbakar. Saat ini kami mendukung pihak terkait dalam proses penyelidikan, dan meminta warga membantu memberikan informasi jika diperlukan,” pungkasnya.
Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 17.05 Wita setelah dilakukan upaya penanganan intensif. Akibat kebakaran tersebut, satu bangunan berlantai dua yang berfungsi sebagai tempat produksi habis terbakar. Selain bangunan, seluruh bahan baku kayu, peralatan kerja, serta stok barang antik dan furniture juga ludes dilalap si jago merah. Hingga saat ini, jumlah pasti kerugian belum dapat ditetapkan secara rinci oleh pihak korban. (Pendim 1611 BDG).

