BALI – Denpasar, Dalam rangka memberikan edukasi yang komprehensif kepada siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) Tawakkal Denpasar, Babinsa setempat Serda Bawi turut hadir dan mendampingi pelaksanaan kegiatan bertema “Membentuk Generasi Muda Peduli Bumi Menjaga dan Melestarikan Lingkungan Untuk Masa Depan”. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026 bertempat di lingkungan Yayasan Al-Hikmah Joglo, Jalan Pura Duwe Nomor 9, Padangsambian Klod, Kecamatan Denpasar Barat, yang diikuti oleh sekitar 50 peserta didik.
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Yayasan Al-Hikmah Joglo, Kepala Sekolah MA Tawakkal Denpasar, para guru pendamping, serta seluruh siswa-siswi yang menjadi peserta kegiatan. Sebagai narasumber utama, Sekretaris Yayasan Al-Hikmah Joglo H. Maskuron menyampaikan perubahan pandangan mengenai pengelolaan limbah yang seringkali dipahami secara keliru selama ini.
“Dulu orang tua kita beranggapan sampah itu kotoran yang harus dibuang sejauh mungkin. Namun hari ini kami sampaikan bahwa sampah bukanlah masalah, melainkan sebuah peluang besar jika dikelola dengan tepat,” ujar H. Maskuron. Ia mencontohkan, sampah dapur dapat diolah menjadi eco-enzim yang bermanfaat sebagai pupuk sekaligus cairan pembersih, sedangkan sampah organik dapat diolah menggunakan Metode Osaki sehingga tidak berbau dan berubah menjadi kompos berkualitas hanya dalam waktu dua minggu.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konsep pengelolaan ini sejalan dengan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin, penuh kasih sayang bagi seluruh alam. Materi juga mencakup upaya memperkuat ekonomi dan ketahanan pangan melalui hal sederhana, yakni budidaya ikan lele yang dinilai mudah dilakukan, cepat dipanen, serta menjadi sumber protein sekaligus peluang ekonomi. Bahkan air bekas kolam lele dapat dicampur dengan eco-enzim dan kompos hasil Metode Osaki untuk menyuburkan tanaman, menciptakan sistem ekonomi sirkular di mana tidak ada yang terbuang sia-sia.
Terkait pelaksanaan kegiatan ini, Babinsa Serda Bawi menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap inisiatif Yayasan Al-Hikmah Joglo yang berkomitmen untuk terus mendampingi sekolah dengan menyediakan modul pelatihan, bibit ikan lele, hingga bahan awal pembuatan eco-enzim. “Kehadiran saya di sini adalah wujud dukungan aparat kewilayahan terhadap upaya mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan, namun juga peduli lingkungan dan mandiri secara ekonomi,” ungkap Serda Bawi.
Ia berharap materi yang disampaikan mulai dari pengolahan sampah, pembuatan eco-enzim, penerapan Metode Osaki, hingga budidaya ikan lele dapat dipahami dengan baik dan diamalkan oleh para siswa. Kendati demikian, adapun selanjutnya merawat, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu bermanfaat kepada lingkungan sekitar, agar bersama-sama menjaga kelestarian bumi demi masa depan yang lebih baik. (Pendim 1611 BDG)

