BALI – Denpasar, Sebuah insiden kebakaran terjadi di lokasi proyek pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Amerta Husadha, Jalan Raya Sesetan Nomor 6, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 10.30 Wita. Mendapat laporan cepat dari warga sekitar, Babinsa Sertu Kadek Sukayasa bergerak sigap menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk membantu pengamanan sekaligus mendukung proses pemadaman api bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar).
Berdasarkan keterangan yang diperoleh di lokasi, kebakaran bermula dari meledaknya salah satu mesin pembuatan furnitur yang sedang dioperasikan oleh pekerja di lantai 6 gedung proyek tersebut. Ledakan itu memicu kobaran api yang dengan cepat menyebar ke material di sekitarnya, sekaligus menghasilkan kepulan asap tebal yang terlihat dari luar bangunan sehingga menarik perhatian warga dan langsung dilaporkan kepada aparat setempat.
Sesampainya di TKP, Sertu Kadek Sukayasa segera berkoordinasi dengan petugas Damkar dan pihak pengelola proyek untuk mensterilkan kawasan kejadian. Langkah ini diambil guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, memastikan akses jalan bagi petugas pemadam tetap lancar, serta menjaga ketertiban di sekitar lokasi yang mulai dipadati warga penonton.
Dalam peristiwa ini dilaporkan tidak ada korban jiwa. Namun, dua orang mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup asap, yaitu Putu Aris Putra (L), petugas Damkar, serta Hari Raditya Raharja, seorang pekerja proyek. Keduanya segera mendapatkan pertolongan pertama dan penanganan medis lebih lanjut di lokasi maupun fasilitas kesehatan terdekat.
Proses pemadaman berlangsung secara intensif dan terkoordinasi. Sebanyak sembilan unit kendaraan Damkar dari BPBD Kota Denpasar dikerahkan ke lokasi. Berkat kerja cepat dan penanganan yang tepat, api berhasil dikuasai dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 11.30 Wita. Pasca-pemadaman, tim tetap berada di lokasi untuk melakukan pendinginan guna mencegah terjadinya kebakaran susulan.
Babinsa Sertu Kadek Sukayasa dalam tanggapannya menegaskan bahwa kehadiran aparat kewilayahan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan tenang bagi warga maupun pekerja proyek. Ia juga mengimbau kepada setiap pihak yang mengelola kegiatan pembangunan maupun industri agar senantiasa memeriksa kelayakan alat kerja dan menyiapkan sarana pencegahan kebakaran yang memadai, guna meminimalkan risiko kejadian serupa terulang di masa mendatang. (Pendim 1611 BDG)

