BALI – Denpasar, Semangat keagamaan dan kebersamaan menyelimuti Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung atau dikenal Lapangan Puputan Badung, Desa Dauh Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, pada Sabtu (1/8/2026) pukul 18.30 Wita. Berlangsung khidmat kegiatan persembahyangan bersama yang digelar Pemerintah Kota Denpasar dalam rangka memperingati Rahina Tumpek Krulut Tahun 2026, dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi daerah serta tokoh masyarakat setempat.

Kehadiran berbagai elemen pimpinan daerah menjadi bukti nyata sinergitas yang terjalin erat di tengah masyarakat Bali. Turut hadir dalam kegiatan ini Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, Sekda Kota Denpasar, Ketua DPRD Kota Denpasar atau yang mewakili, serta Ketua PHDI Kota Denpasar. Hadir pula Dandim 1611/Badung Kolonel Inf I Putu Tangkas Wiratawan, S.I.P., Kasat Pamobvit Polresta Denpasar, para pimpinan OPD lingkup Pemkot Denpasar, serta Danramil 1611-07/Denbar.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan seni budaya yang memukau dan penuh kekhidmatan, yakni Tari Rejang Dewa serta Tari Rejang Sari yang dibawakan dengan anggun oleh para penari. Pertunjukan ini menjadi pembuka yang indah guna menyambut para tamu undangan sekaligus menciptakan suasana sakral sebelum memasuki inti acara persembahyangan bersama yang dipimpin oleh para pemangku dengan penuh tata cara agama Hindu yang benar.

Dalam tanggapannya selaku Komandan Kodim 1611/Badung, Kolonel Inf I Putu Tangkas Wiratawan, S.I.P., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, “Peringatan Tumpek Krulut bukan sekadar tradisi semata, melainkan momen penting untuk menjaga keharmonisan hubungan antarmanusia dengan alam semesta serta sesama makhluk hidup di sekitarnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dandim menegaskan bahwa kehadiran aparat keamanan dan pimpinan daerah dalam kegiatan seperti ini merupakan wujud dukungan penuh terhadap pelestarian budaya dan nilai-nilai luhur agama yang tumbuh subur di Bali. Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan serta kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Kota Denpasar dan sekitarnya.

Kegiatan pun berjalan dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai tanpa ditemui hambatan berarti. Suasana penuh kedamaian dan rasa syukur menyelimuti seluruh peserta yang hadir, memperkuat ikatan persaudaraan dan kepedulian bersama dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman yang semakin modern ini. (Pendim 1611 BDG)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version