BALI – Denpasar, Pantai Mertasari, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, menjadi lokasi pelaksanaan Latihan Kesiapsiagaan Operasional (LKO) TNI Tahun 2026 bertema “Tanggap Darurat Bencana Alam Tsunami”, Sabtu (8/8/2026) pukul 08.00 Wita. Kegiatan besar ini diikuti oleh sekitar 500 personel gabungan, di mana anggota Kodim 1611/Badung turut berperan aktif sebagai bagian dari satuan siaga bencana wilayah.
Pelaksanaan latihan ini dihadiri langsung oleh Pangkogabwilhan II Marsda TNI Muzaffar, S.Sos., M.M., Gubernur Bali, Pangdam IX/Udayana, Kasdam IX/Udayana, Wakapolda Bali, Karo Ops Polda Bali, serta para Komandan Satgas yang tergabung dalam pelaksanaan LKO tersebut. Kegiatan ini menjadi bukti kesiapan seluruh unsur pertahanan dan keamanan dalam merespons potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Komandan Kodim 1611/Badung, Kolonel Inf I Putu Tangkas Wiratawan, S.I.P., dalam keterangannya menyampaikan bahwa keterlibatan personel jajarannya merupakan bentuk nyata komitmen TNI, khususnya Kodim 1611/Badung, untuk selalu siap sedia melindungi dan mengayomi masyarakat dari ancaman bencana. “Kehadiran anggota kami dalam latihan ini bertujuan untuk memantapkan kemampuan teknis, koordinasi, serta kecepatan reaksi dalam bekerja sama dengan berbagai unsur terkait saat keadaan darurat berlangsung,” ujar Dandim.
Dalam pelaksanaannya, latihan dimulai dengan simulasi terjadinya gempa bumi yang berpotensi menimbulkan tsunami. Segera setelah peringatan disampaikan, unsur terkait melaksanakan penyebaran himbauan keselamatan kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi pantai untuk segera mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi dan aman sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Selanjutnya perintah pelaksanaan diberikan oleh Pangkogasgabpad kepada seluruh satgas yang terlibat. Rangkaian kegiatan meliputi pelaksanaan evakuasi warga di sepanjang kawasan pesisir, pencarian korban yang tertinggal, hingga pemindahan korban ke titik aman yang telah disiapkan. Terlibat penuh dalam operasi ini adalah Satgas Penanggulangan Bencana, Satgas Laut Gabungan, Satgas Evakuasi, Satgas Bantuan, Satgas Medis, Satgas Udara, Satgas Kesehatan Gabungan, serta unsur-unsur lainnya.
Dandim, Kolonel I Putu Tangkas Wiratawan menambahkan bahwa sinergitas yang terjalin antara Kodim 1611/Badung dengan satuan lain, instansi pemerintah, dan pihak kepolisian berjalan sangat baik dan kompak. “Latihan ini menjadi sarana pemantapan pola hubungan kerja sama agar saat kejadian nyata tiba, tidak ada lagi keraguan atau kebingungan dalam mengambil langkah, sehingga keselamatan masyarakat dapat terjamin secepat dan sebaik mungkin,” tegasnya.
Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan Latihan Kesiapsiagaan Operasional TNI 2026 dalam simulasi tanggap darurat bencana alam tsunami berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai. Hasil dari latihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan bersama serta menjadi modal kuat dalam menghadapi segala kemungkinan bencana demi keselamatan dan keamanan masyarakat Bali pada umumnya. (Pendim 1611 BDG)

