BALI – Denpasar, Musibah duka menyelimuti warga sekitar aliran Sungai Tukad Mati, tepatnya di bawah Jembatan Merah Putih, depan Banjar Buagan, Jalan Imam Bonjol, Desa Pemecutan Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, pada Sabtu (12/9/2026). Seorang pemuda dilaporkan tenggelam saat sedang memancing ikan di lokasi tersebut. Mendapat laporan kejadian, Danramil 1611-07/Denpasar Barat, Mayor Cke I Made Oka Widianta, segera bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) didampingi Babinsa setempat guna melakukan penanganan langsung.
Korban yang diketahui bernama Mohamad Fahrur Rajikin, laki-laki kelahiran Jember, 20 April 2008, berdomisili di Jalan Pendidikan, Perumahan Graha Kerti No. 16, Sidakarya, Denpasar Selatan. Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 WITA saat korban bersama dua temannya, Agus Arif Afandi dan Muhamad Sodiq, sedang memancing ikan di sungai tersebut. Korban berada di bawah jembatan, sementara satu orang saksi berada di atas jembatan dan satu lagi di pinggir sungai.
Saksi menerangkan bahwa sebelum kejadian, korban terlihat melepas pakaiannya, meletakkan tas di atas batu, lalu melompat ke sungai sambil melambaikan tangan. Saksi sempat mengira korban mahir berenang, namun tak lama kemudian korban tiba-tiba tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan air. Kedua temannya segera berupaya melakukan pencarian dengan menyelam, namun hingga batas kemampuan mereka, korban belum berhasil ditemukan.
Di lokasi kejadian, Danramil bersama Babinsa melakukan pemeriksaan serta pengumpulan bahan keterangan dari para saksi secara langsung. Beliau juga segera berkoordinasi dan mengerahkan unsur terkait, antara lain BPBD Kota Denpasar, Basarnas, tim Balawista, serta menyiapkan ambulans guna mempercepat proses pencarian dan evakuasi, barang-barang milik korban yang tertinggal di lokasi pun diamankan petugas. Berkat kerja sama tim yang sigap, jenazah korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 17.30 WITA.
Proses evakuasi kemudian dilakukan dan jenazah korban dibawa menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar menuju Rumah Sakit Prof. Ngoerah untuk penanganan lebih lanjut. Danramil menyampaikan bahwa “Penanganan musibah ini merupakan wujud sinergitas dan kepedulian aparat bersama masyarakat dalam memberikan pertolongan cepat dan tepat,” tegas Danramil di tempat kejadian. Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh warga untuk senantiasa berhati-hati dan tidak mengambil risiko berenang di tempat yang tidak diketahui kedalaman maupun arus airnya. (Pendim 1611 BDG)

