BALI – Denpasar, Dalam rangka menjaga kelestarian, keindahan, serta kenyamanan destinasi wisata pesisir, telah digelar aksi pembersihan pantai yang melibatkan berbagai unsur di sepanjang Pantai Mertasari, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Jumat (06/11/2026). Kegiatan bersih‑bersih sampah pantai ini menjadi bukti nyata sinergi Kodim 1611/Badung, pemerintah desa, nelayan, pedagang, PKK, dan seluruh lapisan masyarakat untuk merawat ekosistem pesisir andalan Kota Denpasar.
Kegiatan pembersihan difokuskan pada sampah‑sampah yang menumpuk di wilayah pantai, mulai dari sampah plastik, potongan kayu, hingga sampah kiriman dari hulu sungai yang terbawa ke laut dan sebagian terpendam di bawah permukaan air. Seluruh peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja; ada yang membersihkan garis pantai, mengangkut tumpukan sampah ke tempat pembuangan sementara, serta melakukan penyisiran di area perairan dangkal Pantai Mertasari. Target utamanya adalah mengembalikan kondisi pantai menjadi bersih, rapi, aman, dan nyaman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Sanur.

Turut hadir dan memimpin langsung unsur TNI dalam kegiatan tersebut Danramil 1611‑02/Densel, Mayor Cba (K) Ni Ketut Adi Rumawati, dan puluhan personel Kodim 1611/Badung, serta sejumlah personel Korem 163/WSA. Selain jajaran TNI, barisan peserta juga diisi oleh Perbekel Desa Sanur Kauh, petugas Perunda, Ibu‑ibu PKK Sanur Kauh, pedagang di sekitar kawasan pantai, masyarakat setempat, serta anggota Pokja Nelayan Sanur. Semua peserta bekerja bahu‑membahu sejak pagi hingga siang hari di sepanjang jalur Pantai Mertasari.
Danramil 1611‑02/Densel, Mayor Cba (K) Ni Ketut Adi Rumawati menyampaikan tanggapannya bahwa aksi bersih pantai ini bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan bentuk kepedulian kolektif terhadap masa depan pariwisata Bali khususnya kawasan Sanur. “Pantai Mertasari adalah wajah pariwisata Denpasar; jika lingkungannya terjaga, kesejahteraan masyarakat di sekitarnya pun akan ikut terjaga. Kodim 1611/Badung, hadir untuk mendukung penuh program pelestarian lingkungan pesisir yang digerakkan oleh pemerintah dan masyarakat,” ujar Danramil. Beliau juga mengapresiasi antusiasme para nelayan, PKK, pedagang dan warga yang rela meluangkan waktu untuk merawat pantai tempat mereka beraktivitas sehari‑hari.
Selama pelaksanaan, petugas Perunda turut membantu pemantauan keamanan di area perairan agar proses pembersihan bawah air berjalan aman dan terkontrol. Para peserta juga mendapatkan arahan agar memilah jenis sampah antara sampah plastik, sampah organik, dan limbah kayu guna memudahkan penanganan lanjutan oleh instansi terkait. Beberapa warga juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara rutin setiap bulan, mengingat aliran sampah dari hulu sungai ke laut terus terjadi seiring perubahan musim dan curah hujan di wilayah Bali.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta sepakat untuk membentuk kesadaran bersama agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai maupun ke pantai. Danramil menegaskan bahwa jajaran Koramil akan terus mendampingi pemerintah desa Sanur Kauh dalam pengawasan lingkungan serta mengajak generasi muda untuk ikut menjaga kelestarian pesisir. “Kita semua adalah penjaga pantai Sanur; kebersihan hari ini harus kita pertahankan setiap hari,” tambah Danramil. Kegiatan aksi bersih pantai Mertasari berjalan lancar, tertib, dan meninggalkan perubahan tampak nyata pada keindahan sepanjang garis pantai Sanur Kauh. (Pendim 1611 BDG)


COMMENTS