BALI β Badung, Musibah kebakaran besar melanda kawasan Jalan Raya Angantaka, Banjar Kekeran, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, pada Jumat, 4 September 2026, tepat pukul 15.30 Wita. Api dengan cepat melahap Gudang Cat dan Gudang Tiner milik PT. Cemerlang Paint serta merambat ke bangunan Merajan atau tempat ibadah milik I Gusti Ayu Arianti yang berada di lokasi berdekatan.
Mendapat laporan kejadian, Danramil 1611-05/Abiansemal, Kapten Kav I Wayan Sudiarta, langsung bergerak cepat memimpin anggotanya menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna membantu proses pemadaman serta pengamanan wilayah. Beliau menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan kecepatan penanganan sangat diperlukan guna mencegah api menyebar ke pemukiman warga yang berjarak cukup dekat.

Berdasarkan keterangan saksi mata, saat peristiwa terjadi, gudang yang berada di sebelah pemukiman tiba-tiba terbakar dengan kobaran api yang sangat besar. Api kemudian terlihat mulai menyambar ke arah tempat ibadah warga. Saksi bersama keluarga dan warga sekitar segera berupaya melakukan pemadaman awal dengan peralatan sederhana sambil menunggu tim pemadam tiba di lokasi.
Pukul 16.00 Wita, tujuh unit kendaraan Damkar Kabupaten Badung tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan intensif. Proses pemadaman berlangsung cukup lama mengingat bahan yang terbakar berupa cat dan tiner yang mudah terbakar serta memperbesar risiko menjalar. Pukul 18.30 Wita api berhasil dipadamkan, lalu dilanjutkan dengan proses pendinginan secara menyeluruh guna mencegah terjadinya kebakaran ulang. Pukul 19.10 Wita seluruh rangkaian penanganan dinyatakan selesai dalam keadaan aman.
Dalam penanganan musibah ini, turut serta bergerak bahu-membahu sebanyak sejumlah personel Koramil 1611-05/Abiansemal, bersama personel Polsek Abiansemal, serta personel Damkar Kabupaten Badung yang didukung oleh 15 unit mobil pemadam kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil cukup besar berupa satu unit gudang lengkap dengan isinya serta satu bangunan tempat ibadah warga yang hangus terbakar, di mana nilai kerugiannya belum dapat diperkirakan secara pasti.
Penyebab pasti kebakaran hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan tim terkait. Meski demikian, kebakaran disinyalir kemungkinan besar dipicu oleh kurang memadainya fasilitas gudang penyimpanan sehingga pada cuaca panas seperti saat ini, bahan tiner dapat memuai dan memicu percikan api. Danramil menghimbau agar pihak pengelola gudang dan instansi berwenang segera melakukan pemeriksaan serta pengawasan ketat terhadap gudang penyimpanan bahan kimia mudah terbakar guna mencegah musibah serupa terulang kembali. (Pendim 1611 BDG)
