BALI – Denpasar, Semangat melestarikan budaya sekaligus memeriahkan peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2026 terasa kental di Kelurahan Renon, Kecamatan Denpasar Selatan. Bertempat di lingkungan Kantor Kelurahan Renon, Jalan Tukad Balian Nomor 144, berbagai kalangan masyarakat berkumpul mengikuti kegiatan puncak berupa Lomba Ngelawar tingkat Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kelurahan Renon pada Senin, 1 Juni 2026. Hadir mendampingi dan memantau jalannya kegiatan, Babinsa wilayah setempat, Koptu Gd Joni, yang turut serta memastikan acara berjalan tertib, aman, dan lancar sesuai harapan.

Kegiatan yang sarat nilai budaya ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh sejumlah tokoh serta pimpinan wilayah setempat. Di antaranya adalah Camat Denpasar Selatan, Lurah Renon, Bendesa Adat Renon, para Kepala Seksi dan staf Kelurahan Renon, serta para Kaling se-Kelurahan Renon. Turut hadir pula para Kelian Banjar Desa Adat Renon, Ketua Karang Taruna, tim dewan juri, dan perwakilan Tim Penggerak PKK Kelurahan Renon. Kehadiran unsur pimpinan adat, pemerintah, dan organisasi kemasyarakatan ini menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Lomba Ngelawar tahun ini diikuti oleh empat perwakilan Sekaa Teruna Teruni yang berasal dari berbagai wilayah adat di lingkungan Renon, yaitu STT Banjar Tengah, STT Banjar Kelod, STT Banjar Peken, dan STT Banjar Pande. Para peserta menampilkan kemampuan dan kreativitas terbaik mereka dalam seni Ngelawar, sebuah tradisi yang memiliki kedudukan penting dalam tatanan kehidupan budaya masyarakat Bali. Persaingan berlangsung secara sportif dan penuh kekeluargaan, diiringi antusiasme warga yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam tanggapan dan pernyataannya di sela kegiatan, Babinsa Koptu Gd Joni menyambut baik terselenggaranya lomba tersebut sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno. Ia menilai, momen ini sangat tepat menggabungkan semangat kepemimpinan dan cinta tanah air yang ditekankan oleh Bung Karno dengan upaya nyata melestarikan identitas budaya bangsa. “Kehadiran saya di sini adalah bentuk dukungan TNI, khususnya Babinsa, terhadap setiap kegiatan positif masyarakat. Kami ingin memastikan tradisi ini terus hidup dan menjadi kebanggaan bersama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Koptu Gd Joni menyoroti maksud dan tujuan utama diselenggarakannya lomba ini, yakni untuk melestarikan warisan budaya Bali sekaligus memberikan ruang luas bagi generasi muda berkreasi. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi wadah efektif agar tradisi Ngelawar yang ada di setiap Banjar dan Desa Adat tidak hanya sekadar diketahui, tetapi benar-benar dipahami, dipraktikkan, dan dipertahankan oleh para pemuda. Hal ini sejalan dengan semangat perjuangan yang selalu mengajarkan pemuda untuk menjadi pelopor kemajuan tanpa melupakan akar budayanya.
Di akhir acara, Babinsa menegaskan komitmennya untuk terus mendukung setiap program yang bertujuan mempererat persatuan dan menjaga kearifan lokal. Ia berharap, melalui Lomba Ngelawar ini, para pemuda Kelurahan Renon semakin memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap budaya sendiri, serta mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga dan meneruskan tradisi tersebut ke generasi selanjutnya. Kegiatan ini pun dinilainya sebagai bukti bahwa semangat Bung Karno tentang kebesaran bangsa, salah satunya dibangun di atas kekayaan budaya yang dijaga dengan sepenuh hati. (Pendim 1611 BDG)
