BALI – Denpasar, Dalam semangat kepedulian terhadap kelestarian alam dan kebersihan lingkungan, serangkaian kegiatan kerja bakti Jumat Bersih, penanaman pohon, serta penebaran benih ikan dilaksanakan di aliran Sungai Tukad Badung, wilayah Denpasar Barat. Kegiatan dimulai pukul 07.00 WITA dan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan, melibatkan berbagai unsur masyarakat dan perangkat daerah demi menjaga kualitas lingkungan hidup di sekitar bantaran sungai tersebut. Jumat, (29/05/2026).

Peran aktif aparat keamanan wilayah turut terlihat nyata dalam kegiatan ini, di mana Babinsa setempat, Peltu Agung Wirata, hadir memberikan perhatian dan dukungan penuh. Kehadiran beliau menjadi bentuk sinergitas antara TNI dan masyarakat, guna memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar, tertib, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan warga yang bermukim di sekitar aliran sungai yang menjadi salah satu urat nadi air di Kota Denpasar ini.
Kegiatan pembersihan dan penataan lingkungan difokuskan pada dua lokasi utama yang menjadi sasaran kerja bakti, yaitu kawasan pemukiman warga di sekitar Jalan Diponegoro Gang II dan Gang IV, serta sepanjang bantaran Sungai Tukad Badung yang berada di wilayah Jalan Hasanudin Gang I. Di kedua titik tersebut, para peserta bekerja sama membersihkan sampah, menata vegetasi, serta menyiapkan lahan guna mendukung program penghijauan dan pemulihan kualitas ekosistem sungai agar kembali bersih dan asri.

Turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini adalah Perbekel beserta Ketua dan anggota BPD, Sekretaris Desa, dan Bhabinkamtibmas, serta seluruh staf perangkat desa. Selain itu, keikutsertaan juga datang dari Ketua dan anggota PKK, koordinator serta petugas Jumantik dan Swakelola Sampah, perwakilan LPM Desa, Kepala Kewilayahan, dan tak kalah pentingnya adalah antusiasme warga masyarakat yang berdatangan untuk bergotong royong menjaga lingkungan tempat tinggal mereka.
Adapun dalam kegiatan, Babinsa Peltu Agung Wirata menurutnya, penyelenggaraan kegiatan ini memiliki maksud dan tujuan yang mendalam dalam rangka pelestarian lingkungan hidup. “Penanaman pohon di sepanjang bantaran sungai diharapkan mampu mencegah terjadinya erosi tanah, mengurangi dampak buruk perubahan iklim yang semakin terasa, serta berfungsi menjaga ketersediaan cadangan air tanah bagi kebutuhan masyarakat. Pohon-pohon tersebut juga akan berperan sebagai peneduh alami yang menambah keindahan dan kenyamanan kawasan sekitar sungai,” pungkasnya di sela kegiatan.
Selain penghijauan, upaya pemulihan ekosistem air juga dilakukan melalui penebaran benih ikan atau program restocking. Langkah ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan rantai makanan dan ekosistem di dalam perairan Tukad Badung, sekaligus melestarikan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat semakin tumbuh, sehingga pemeliharaan lingkungan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, melainkan budaya berkelanjutan demi masa depan lingkungan yang lebih sehat dan lestari. (Pendim 1611 BDG)
